Gerakan Dharma Bakti Mahasiswa (GAMABASIS) merupakan program tahunan unggulan pengabdian mahasiswa Pendidikan Biologi FKIP Universitas Tanjungpura. Pada tahun 2026, kegiatan ini dilaksanakan selama empat hari di Desa Bintang Mas, Kabupaten Kubu Raya. Mengusung semangat kolaborasi dan edukasi, GAMABASIS diikuti oleh mahasiswa Pendidikan Biologi angkatan 25 yang terlibat aktif dalam seluruh rangkaian kegiatan.
Berlandaskan nilai pengabdian dan kepedulian sosial, GAMABASIS menghadirkan berbagai program yang dikemas dalam bentuk kegiatan edukatif, sosial, dan rekreatif. Salah satunya adalah permainan rakyat yang menjadi media untuk membangun kedekatan dengan masyarakat, khususnya anak-anak dan remaja. Selain sebagai sarana hiburan, permainan ini juga berfungsi mengenalkan kembali nilai-nilai budaya lokal serta mempererat hubungan antara mahasiswa dan warga desa.
Program unggulan lainnya adalah Bioma Pendidikan, yang berfokus pada kegiatan belajar bersama anak-anak di Desa Bintang Mas. Di bidang kesehatan, Bioma Kesehatan menghadirkan inovasi berupa apotek mini tanaman obat sebagai bentuk edukasi pemanfaatan tanaman herbal di lingkungan sekitar.
Kegiatan Lomba Cerdas Cermat (LCC) turut menjadi agenda yang paling dinantikan. Lomba ini diperuntukkan bagi siswa sekolah dasar dengan materi pengetahuan umum, sains, dan kebudayaan. Selain menjadi ajang kompetisi, LCC juga bertujuan menumbuhkan motivasi belajar dan semangat anak-anak dalam menuntut ilmu.
Tak kalah penting adalah Bioma Pengabdian, mahasiswa mengangkat potensi lokal dengan mengolah jagung menjadi selai jagung yang bernilai jual. Kegiatan ini tidak hanya memberikan keterampilan baru kepada masyarakat dalam mengolah hasil pertanian lokal, tetapi juga membuka peluang pengembangan produk kreatif berbasis sumber daya desa. Dengan inovasi sederhana namun aplikatif, masyarakat diajak untuk melihat potensi ekonomi dari bahan pangan yang mudah diperoleh.
Selama empat hari pelaksanaan, GAMABASIS tidak sekadar menjadi kegiatan pengabdian, tetapi juga wadah pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa. Mahasiswa angkatan 25 tidak hanya mengaplikasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah, tetapi juga belajar langsung dari kehidupan masyarakat Desa Bintang Mas. Pengalaman ini membentuk mereka menjadi calon pendidik yang berkarakter, adaptif, dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi.
GAMABASIS di Desa Bintang Mas menjadi bukti bahwa pendidikan tidak terbatas pada ruang kelas, melainkan dapat tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat. Semoga semangat GAMABASIS senantiasa terjaga sebagai wujud nyata kontribusi mahasiswa dalam membangun negeri mulai dari desa.
Berikut beberapa kegiatan dokumentasi selama kegiatan berlangsung.












Komentar
Posting Komentar