Langsung ke konten utama

SIMBIOSIS 2026

 


        Simbiosis merupakan salah satu program kerja Bidang Jaringan Komunikasi dan Informasi (Jarkominfo) yang berada di bawah Divisi Jaringan Masyarakat (Jarmas) Himpunan Mahasiswa Pendidikan Biologi FKIP Universitas Tanjungpura. Kegiatan ini dirancang sebagai wadah diskusi interaktif yang mempertemukan mahasiswa dan dosen untuk membahas berbagai persoalan, pengalaman, serta dinamika yang berkaitan dengan kehidupan akademik. Selain menjadi sarana bertukar informasi, Simbiosis juga berfungsi sebagai media untuk mempererat hubungan dan komunikasi di lingkungan Program Studi Pendidikan Biologi.

        Pada tahun 2026, kegiatan Simbiosis diselenggarakan secara daring melalui platform Zoom Meeting pada Sabtu, 30 Mei 2026. Kegiatan ini diikuti oleh 49 peserta, yang terdiri atas 46 mahasiswa dan 3 dosen Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Tanjungpura. Acara diawali dengan pembukaan dan dilanjutkan dengan sesi diskusi yang menjadi inti kegiatan.

      Sesi diskusi berlangsung dengan membahas berbagai pertanyaan yang telah dikumpulkan sebelumnya dari mahasiswa. Topik yang dibahas meliputi cara menjaga motivasi belajar selama masa perkuliahan, penentuan metode penelitian yang tepat untuk skripsi, tips menjadi lulusan terbaik di Program Studi Pendidikan Biologi, kesalahan yang sering dilakukan mahasiswa selama menjalani perkuliahan beserta cara memperbaikinya, strategi mengajar yang efektif agar siswa lebih mudah memahami materi, serta pandangan mengenai pelaksanaan Program Rekognisi Pembelajaran Akademik (RPA) di masa mendatang. Beragam pertanyaan tersebut memunculkan diskusi yang menarik dan memberikan wawasan baru bagi seluruh peserta.

          Dalam pelaksanaannya, dosen yang hadir tidak hanya memberikan jawaban atas pertanyaan yang diajukan, tetapi juga berbagi pengalaman, motivasi, dan pandangan yang dapat menjadi bekal bagi mahasiswa dalam menjalani perkuliahan maupun mempersiapkan karier di masa depan. Suasana diskusi berlangsung hangat, komunikatif, dan penuh antusiasme sehingga peserta dapat berinteraksi secara aktif selama kegiatan berlangsung.

      Meskipun dilaksanakan secara daring, kegiatan Simbiosis berjalan dengan lancar dan tertib. Berbagai kendala teknis yang muncul dapat diatasi dengan baik oleh panitia sehingga rangkaian acara dapat terlaksana sesuai dengan rencana. Melalui kegiatan ini, diharapkan hubungan antara mahasiswa dan dosen semakin erat serta budaya diskusi yang terbuka, kritis, dan konstruktif dapat terus berkembang di lingkungan Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Tanjungpura.

Berikut beberapa dokumentasi ketika kegiatan berlangsung:








Komentar

Postingan populer dari blog ini

7 Ilmuan Biologi Muslim yang Dilupakan Sejarah

1.         Al Jahiz Al-Jahiz dilahirkan di Basra (Irak) pada tahun 781 Masehi. Ia adalah pencetus pertama teori evolusi. Sayang namanya tidak disebutkan dalam buku-buku pelajaran biologi di sekolah maupun di perguruan tinggi. Pelajar dan mahasiswa lebih mengenal nama Charles Darwin, ilmuwan yang hidup seribu tahun sepeninggal Al-Jahiz. Darwin yang hidup pada masa 1809-1882 itu dikenal melalui bukunya bertajuk On the Origin of Species (1859). Jika Darwin pernah menulis soal migrasi burung-burung di Kepulauan Galapagos, maka jauh sebelum itu Al-Jahiz juga pernah melakukannya. Al-Jahiz adalah ahli biologi pertama yang mencatat perubahan hidup burung melalui migrasi. Dia berpendapat, lingkungan dapat menentukan karakteristik fisik makhluk hidup. Asal muasal beragamnya warna kulit manusia, misalnya, terjadi sebagai akibat dari lingkungan tempat mereka tinggal. Al-Jahiz (781 M - 869 M) merupakan ahli biologi pertama yang mengungkapkan teori struggle for existe...

KEPENGURUSAN HIMBIO PERIODE 2021/2022

KETUA UMUM DAN WAKIL KETUA UMUM Ferdy Rizqhi Hermawan dan Irma Naura Rifanka SEKRETARIS UMUM Melsinta Rosanti BENDAHARA UMUM Nurul Hayati KEPALA BIDANG PSDM Fitriyani KEPALA DIVISI KADERISASI Brillian Nisa'adah W. STAF KADERISASI Maya Rahmadanty Qairunisa Filza Asqurini Azfa Fadhilah Inayah Dzill Izzati Hartono Intan Putri Rahmani Septian Tri Nugroho Bagus Pratomo Nusantoro KEPALA DIVISI KSO Chesami Nyila Utama STAF KSO Wiwin Saraswati Najla Noviyani Putri Sekarayu Fransiska Septiani Klara Gina Laurensa Sherin Widya Prastiwi KEPALA BIDANG DIKLIT Rizky Rinaldi STAF DIKLIT Mas Akhbar Faturrahman Nala Ranelia Putri Susi Helen Putri Asih Triyanti Nika Susanti Serina KEPALA BIDANG JARKOMINFO Sofia Rahmayanti KEPALA DIVISI JARMAS Khofifah Azmi Bilqis STAF JARMAS Siti Maryam Yulia Kurniati Atthirila Binuri Eria Fitriani Tiara Marantika Natalia Rita Lisnawati Siti Nurhasanah KEPALA DIVISI MEDIO Devy Widyasari STAF MEDIO Erna Cristina Pasaribu Atin Nur' Jannah Manda Melinda Nur Afifah F...

Lesung Pipi, 'Kecacatan' yang Menawan

Lesung pipit atau lekuk kecil yang ada di pipi seseorang memang bisa menambah kecantikan atau ketampanan. Tapi tidak semua orang memiliki lesung pipit di wajahnya. Kenapa ada orang yang memiliki lesung pipit dan ada juga yang tidak? Beberapa masyarakat ada yang percaya dengan mitos bahwa lesung pipit bisa terbentuk dengan cara menusukkan ujung cabai ke pipi bayi. Tapi ternyata mitos tersebut tidaklah benar, karena lesung pipit terjadiakibat kelainan dari otot pipi yang diturunkan. Lesung pipit bisa muncul di kedua pipi atau hanya di salah satu pipi saja dan biasanya akan terlihat dengan jelas di wajah seseorang ketika ia sedang tersenyum, berbicara atau tertawa. Beberapa orang memiliki lesung pipi yang dalam dan sangat terlihat, sedangkan yang lainnya hanya terlihat samar-samar. Fenomena lesung pipit dipengaruhi oleh faktor genetik dan diperlukan gen lesung pipit yang dominan. Jika salah satu orangtua atau kakek neneknya memiliki lesung pipit, maka ada kemungkinan lesung pi...