Langsung ke konten utama

NGOPI: NGOBROL PINTAR BARENG ALUMNI 2025

 

    Himpunan Mahasiswa Pendidikan Biologi FKIP Universitas Tanjungpura kembali menghadirkan kegiatan inspiratif bertajuk NGOPI – Ngobrol Pintar Bareng Alumni. Kegiatan ini menjadi ruang bertukar pikiran antara mahasiswa aktif dan alumni yang telah berpengalaman di dunia akademik maupun profesional. Pada kesempatan kali ini, NGOPI menghadirkan sosok inspiratif, Irwin Septian, S.Pd., Gr., alumni Pendidikan Biologi angkatan 2010, yang telah menorehkan banyak prestasi baik semasa kuliah maupun dalam dunia pendidikan.

    Mengusung tema “Strategi Jitu Menjadi Mahasiswa Unggul dan Berprestasi di Bidang Akademik,” kegiatan ini disambut antusias oleh mahasiswa Pendidikan Biologi dari berbagai angkatan. Dalam sesi ini, Irwin Septian membagikan pengalaman dan strategi yang telah ia jalani selama menjadi mahasiswa, mulai dari bagaimana mengelola waktu, membangun motivasi, hingga menyeimbangkan antara kegiatan akademik dan organisasi.

Diskusi berjalan hangat dan inspiratif. Irwin menekankan pentingnya menetapkan tujuan sejak awal kuliah dan disiplin dalam menjalaninya. Ia juga berbagi bagaimana peran aktif dalam organisasi kemahasiswaan turut membentuk kemampuan manajemen diri dan kepemimpinan, yang pada akhirnya menunjang prestasi akademik. Bagi Irwin, menjadi mahasiswa unggul bukan hanya soal IPK tinggi, tetapi juga tentang membentuk karakter dan konsistensi dalam proses belajar.

    Sesi NGOPI juga menjadi ajang berbagi semangat dan motivasi, terutama bagi mahasiswa baru yang tengah mencari arah dan pola belajar yang tepat. Irwin menyampaikan bahwa setiap mahasiswa memiliki potensi untuk unggul, asalkan mau belajar dari pengalaman dan terbuka terhadap proses.

    Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa tidak hanya memperoleh tips praktis, tetapi juga termotivasi untuk mengembangkan diri secara maksimal selama masa perkuliahan. NGOPI bersama alumni menjadi jembatan penting antara pengalaman dan harapan, antara inspirasi dan aksi nyata di lingkungan akademik.

    Semangat untuk terus belajar dan berprestasi tidak boleh padam. Sebab menjadi unggul bukan tentang siapa yang paling cepat, tetapi siapa yang paling konsisten dan mau berkembang.

Komentar

  1. It's inspiring to see alumni like Irwin Septian sharing valuable insights at NGOPI. His emphasis on setting goals early and maintaining discipline resonates deeply. Connecting with experienced professionals truly paves the way for academic excellence. Learn more about personal growth and success, @Geometry Dash Lite.

    BalasHapus
  2. Consistency is more important than flashy movement in Snow Rider 2. Long runs are built on steady control, not risky stunts. Players who maintain a consistent rhythm tend to perform better, especially as speed increases and mistakes become more costly.

    BalasHapus
  3. After work, to relieve stress, I often play fireboy and watergirl, a fun and entertaining game. Come and play; I guarantee you'll enjoy it.

    BalasHapus
  4. Jump into the action with Football Bros and enjoy simple controls paired with surprisingly deep gameplay. While it’s easy to pick up, mastering movement, timing, and positioning gives skilled players a real advantage in intense matches.

    BalasHapus
  5. Slope Rider 3D is a captivating endless runner arcade game that delivers non-stop excitement through its dynamic 3D environment and ever-increasing speed.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

7 Ilmuan Biologi Muslim yang Dilupakan Sejarah

1.         Al Jahiz Al-Jahiz dilahirkan di Basra (Irak) pada tahun 781 Masehi. Ia adalah pencetus pertama teori evolusi. Sayang namanya tidak disebutkan dalam buku-buku pelajaran biologi di sekolah maupun di perguruan tinggi. Pelajar dan mahasiswa lebih mengenal nama Charles Darwin, ilmuwan yang hidup seribu tahun sepeninggal Al-Jahiz. Darwin yang hidup pada masa 1809-1882 itu dikenal melalui bukunya bertajuk On the Origin of Species (1859). Jika Darwin pernah menulis soal migrasi burung-burung di Kepulauan Galapagos, maka jauh sebelum itu Al-Jahiz juga pernah melakukannya. Al-Jahiz adalah ahli biologi pertama yang mencatat perubahan hidup burung melalui migrasi. Dia berpendapat, lingkungan dapat menentukan karakteristik fisik makhluk hidup. Asal muasal beragamnya warna kulit manusia, misalnya, terjadi sebagai akibat dari lingkungan tempat mereka tinggal. Al-Jahiz (781 M - 869 M) merupakan ahli biologi pertama yang mengungkapkan teori struggle for existe...

KEPENGURUSAN HIMBIO PERIODE 2021/2022

KETUA UMUM DAN WAKIL KETUA UMUM Ferdy Rizqhi Hermawan dan Irma Naura Rifanka SEKRETARIS UMUM Melsinta Rosanti BENDAHARA UMUM Nurul Hayati KEPALA BIDANG PSDM Fitriyani KEPALA DIVISI KADERISASI Brillian Nisa'adah W. STAF KADERISASI Maya Rahmadanty Qairunisa Filza Asqurini Azfa Fadhilah Inayah Dzill Izzati Hartono Intan Putri Rahmani Septian Tri Nugroho Bagus Pratomo Nusantoro KEPALA DIVISI KSO Chesami Nyila Utama STAF KSO Wiwin Saraswati Najla Noviyani Putri Sekarayu Fransiska Septiani Klara Gina Laurensa Sherin Widya Prastiwi KEPALA BIDANG DIKLIT Rizky Rinaldi STAF DIKLIT Mas Akhbar Faturrahman Nala Ranelia Putri Susi Helen Putri Asih Triyanti Nika Susanti Serina KEPALA BIDANG JARKOMINFO Sofia Rahmayanti KEPALA DIVISI JARMAS Khofifah Azmi Bilqis STAF JARMAS Siti Maryam Yulia Kurniati Atthirila Binuri Eria Fitriani Tiara Marantika Natalia Rita Lisnawati Siti Nurhasanah KEPALA DIVISI MEDIO Devy Widyasari STAF MEDIO Erna Cristina Pasaribu Atin Nur' Jannah Manda Melinda Nur Afifah F...

Lesung Pipi, 'Kecacatan' yang Menawan

Lesung pipit atau lekuk kecil yang ada di pipi seseorang memang bisa menambah kecantikan atau ketampanan. Tapi tidak semua orang memiliki lesung pipit di wajahnya. Kenapa ada orang yang memiliki lesung pipit dan ada juga yang tidak? Beberapa masyarakat ada yang percaya dengan mitos bahwa lesung pipit bisa terbentuk dengan cara menusukkan ujung cabai ke pipi bayi. Tapi ternyata mitos tersebut tidaklah benar, karena lesung pipit terjadiakibat kelainan dari otot pipi yang diturunkan. Lesung pipit bisa muncul di kedua pipi atau hanya di salah satu pipi saja dan biasanya akan terlihat dengan jelas di wajah seseorang ketika ia sedang tersenyum, berbicara atau tertawa. Beberapa orang memiliki lesung pipi yang dalam dan sangat terlihat, sedangkan yang lainnya hanya terlihat samar-samar. Fenomena lesung pipit dipengaruhi oleh faktor genetik dan diperlukan gen lesung pipit yang dominan. Jika salah satu orangtua atau kakek neneknya memiliki lesung pipit, maka ada kemungkinan lesung pi...